Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(0 pilihan)

Dua Direksi Bank Papua Dinonaktifkan

Direktur Umum dan Operasional Bank Papua, Sharly Adris Parrangan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, La Jimu memberikan keterangan persa, Senin (23/5). Direktur Umum dan Operasional Bank Papua, Sharly Adris Parrangan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, La Jimu memberikan keterangan persa, Senin (23/5). SARI/PAPOS

JAYAPURA [PAPOS] -Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua menghasilkan keputusan menonaktifkan dua direksi yaitu Direktur Utama dan Direktur Pemasaran.

Selanjutnya jabatan keduanya  diamanatkan kepada Direktur Umum dan Operasional Bank, Sharly Parrangan. “Kendati laporan keuangan diterima oleh para pemegang saham, namun kinerja tidak diterima, dan dari hasil RUPS telah mempertimbangkan banyak hal termasuk menonaktifkan dua direksi. Supaya bisnis ini terus bergerak, maka ditunjuklah saya sebagai pelaksana tugas untuk dua jabatan tersebut, “jelas Sharly kepada Pers di kantor pusat Bank Papua, Senin (23/5) kemarin.

 Kendati dirinya ditunjuk sebagai pelaksana tugas, namun keputusan untuk  penempatan jabatan tersebut secara defenitif merupakan kewenangan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) di bawah Komisaris.

 “Kewenangan ada di NKR setelah itu dilakukan fit and proper test, hasilnya itu akan ditentukan di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), “katanya.

 Sharly menegaskan, sebagai pelaksana tugas, dirinya siap menlaksanakan tugas yang telah diembankan kepadanya. “Tugas-tugas Direktur Utama dan Direktur Pemasaran itu harus tetap berjalan. Tetapi satu yang digarikan dalam keputusan tersebut bahwa sebelum pengangkatan anggota direksi yang baru, pelaksana tugas direksi dilarang mengambil keputusan strategis, kecuali jabatan defenitif saya, “terangnya. 

 “Pergantian ini karena kinerja kita tidak tercapai sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi pemegang saham untuk mengganti dua direksi. Namun soal alasan yang lain, kami tidak bisa menyampaikan itu karena hak dari pemegang saham, “tambah Sharly.

 Sebagai informasi, Bank Papua telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19-20 Mei 2016 di Hotel Sahid Papua. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank  Papua, La Jimu menyampaikan, pada RUPS tersebut membahas sejumlah agenda termasuk diantaranya pergantian dua komisaris dan satu direksi serta pergantian nama Bank Papua.

 Namun, setelah RUPS berakhir, pergantian nama Bank Papua ditunda dan menghasilkan keputusan  dinonaktifkan dua direksi yaitu Direktur Utama dan Direktur Pemasaran.

Selain itu,  hasil rugi laba Bank Papua diputuskan pembagian dividen sebesar 70 persen dengan nilai per lembar saham Rp 5 juta dan 30 persen sebagai dana cadangan umum. [srb]

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version