Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(7 pilihan)

Bentrok di Nabire, 6 Orang Terluka

JAYAPURA [PAPOS] – Sedikitnya 6 orang terluka akibat bentrok, Minggu (4/11) siang kemarin di Nabire. Bentrokan ini terkait masalah Pemilukada Dogiyai di mana kubu kedua belah pihak, Thomas Tigi dan Natalis Degei masih mempermasalahan keputusan MK.

"Jadi ada enam orang yang terluka kena panah dan lemparan batu, saat kubu Thomas Tigi dan Natalis Degei saling bentrok di jalan masuk asrama polisi Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire pada Minggu (4/11) siang kemarin," jelas Kapolres Kabupaten Nabire, Papua, AKBP Bahara Marpaung, Senin kemarin.

 

Dikatakannya, keenam orang yang terluka tersebut masing-masing tiga orang dari kubu Thomas Tigi dan tiga orang lainnya dari kubu Naftali Degei, rata-rata luka kena panah dan lemparan batu.

 

AKBP Marpaung menjelaskan, bentrok tersebut terjadi pada Minggu (4/11) sekitar pukul 13.30 WIT di jalan masuk asrama polisi, Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire. "Massa Thomas Tigi itu lebih kurang 60 orang dan massanya Natalis Degei itu 20 orang, saling menyerang dengan menggunakan panah dan batu," katanya.

 

Di kedua kubu jatuh korban dengan luka-luka akibat terkena panah dan batu. "Mereka saling menyerang, dengan korban tiga orang di kubu Thomas Tigi dan tiga orang di kubu Natalis Degei. Saat itu juga kami langsung mengamankan lokasi serta membawa para korban tersebut ke rumah sakit terdekat," kata AKBP Marpaung.

 

Ketika ditanya nama-nama para korban tersebut, AKBP Marpaung menyebutkan untuk kelompok Natalis Degei itu ada AD yang mengalami luka robek di tangan kanan, JD luka pada tangan kiri dan ID luka panah bagian pantat sebelah kanan.

 

"Sedangkan di kubu Thomas Tigi ada HT luka bagian dada sebelah kanan, NS luka akibat lemparan batu di pelipis dan WM luka pada kaki kanan," sebutnya.

 

Terkait peristiwa tersebut, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya ke TKP dan juga langsung menggelar patroli yang intensif di Nabire guna menjaga dan menghalau terjadinya bentrok susulan dari kedua kubu tersebut.

 

"Kita langsung 'cut' jangan sampai lokasi tersebut kejadian tersebut menyebar ke tempat lain. Tadi malam sekitar pukul 22.00 WIT, pihak-pihak yang bertikai sudah pada pulang," katanya.

 

AKBP Marpaung juga membantah jika ada warga yang kena tembak akibat konflik horisontal antara kubu Thomas Tigi dan Natalis Degei. "Tidak ada yang tertembak di Nabire. Yang ada adalah enam orang yang terluka karena kena panah dan batu dari masing-masing kedua kubu yang saling menyerang," kata AKBP Marpaung.

 

Menurut AKBP Marpaung yang baru dilantik pada akhir Oktober lalu oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian, saat ini situasi keamanan wilayahnya tergolong kondusif pascabentrok kubu Thomas Tigi dan Natalis pada Minggu (4/11) siang. "Saat ini situasi dan kondisi di Nabire tergolong kondusif. Masyarakat beraktivitas sebagaimana mestinya," kata AKBP Marpaung.

 

Kapolres Nabire juga meminta kepada masyarakat setempat dan pihak-pihak yang berkompeten ikut ambil bagian agar ikut mendukung pihak keamanan menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif. "Diharapkan kepada kedua kubu untuk menahan diri, jangan lagi ada korban. Saya juga minta semua pihak agar ikut menciptakan situasi yang harmonis," imbau Kapolres Nabire. [ant/tom]

 

Terakhir diperbarui pada

1 komentar

  • Pranala Komentar Putra diposting oleh Putra

    SELAMAT DAN SUKSES ATAS DI LANTIKNYA BUPATI KABUPATEN DOGIYAI Drs.THOMAS dan HERMAN AUWE SEMOGA TUHAN MEMBERKATI DALAM MEMIMPIN KABUPATEN DOGIYAI

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version