Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Harga BBM Bersubsidi di Distrik Waan Mencekik Leher

Diterbitkan di Kab.Merauke Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

MERAUKE [PAPOS] - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke menyoroti tentang harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat di kampung-kampung di Distrik Waan. Karena harga BBM terutama bensin yang dijual disana mencapai Rp 30.000. Padahal, itu adalah bahan bakar bersubsidi dengan penjualan Rp 6.000/liter.

Managemen PT MNA Diadukan ke DPRD Merauke

Diterbitkan di Kab.Merauke Ditulis oleh
Taksir item ini
(1 Pilih)

MERAUKE [PAPOS] - Managemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA)  diadukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke oleh salah seorang warga atas nama Ariyanto. Pengaduan itu terkait harga tiket yang dinilai ‘mencekik’ leher.

Cuaca di Merauke Ekstrim

Diterbitkan di Kab.Merauke Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

MERAUKE [PAPOS] - Kondisi cuaca dalam beberapa minggu terakhir di Kabupaten Merauke tergolong ekstrim. Ketinggian gelombang sekarang mencapai 3-4 meter. Sedangkan kecepatan angin sendiri sudah sampai kepada titik maksimal hingga 31 knot. Dengan demikian, masyarakat harus terus waspada dan berhati-hati.

Masyarakat Soroti Penanaman Pohon di Atas Trotoar

Diterbitkan di Kab.Merauke Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

MERAUKEPohon yang ditanam di atas trotoar jalan yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke. [PAPOS] - Berbagai kalangan menyoroti tentang penanaman anakan pohon yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke diatas trotoar di sepanjang ruas jalan Brawijaya. Dengan penanaman pohon dalam beberapa pekan kemarin, justru akan berdampak besar terhadap trotoar yang ada.

Pemkab Merauke Harus Minta Ketegasan Dirut PT MNA

Diterbitkan di Kab.Merauke Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

MERAUKE [PAPOS] - Fraksi Keadilan Nurani Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauk mengharapkan agar pemerintah setempat harus tegas  dengan meminta kepada Direktur PT Nusantara Airlines (MNA)  agar memberikan penjelasan tentang tidak beroperasinya  tiga pesawat yang nota bene adalah milik masyarakat dan pemerintah.

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version