|
 Turkam: Gubernur Papua Barnabas Suebu didampingi Wagub Alex hesegem dan Penjabat Bupati Timika A. Rafra saat penutupan Turkam di Timika, belum lama ini JAYAPURA (PAPOS)- Kegiatan Turun Kampung (Turkam) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua ke kampung-kampung 9 Juli lalu di Kabupaten Yalimo Distrik Elelim dan berakhir di Timika tanggal 30 Juli, dinilai program Respek Gubernur membuahkan hasil, kendati memang harus diakui masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Menurut Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem, SE, dari hasil evaluasi Turkam tahun ini, ada yang berhasil ada pula yang tidak berhasil. Keberhasilan menurut Wagub, dilihat dari segi produksi seperti dibidang perkebunan dan pertanian, namun masih dipusingkan dengan pemasaran dari hasil produksi tersebut.
“Jika dilihat secara keseluruhan, evaluasi Turkam ini cukup berhasil, terlihat dari berbagai produksi yang dihasilkan. Tetapi sayangnya sedikit mengalami kendala mengenai pasar untuk dijual,” ungkap Wagub kepada wartawan di Kantor Gubernur, belum lama ini. Dengan susahnya menjual hasil yang dicapai tersebut kepada pasar di luar, pemerintah Provinsi Papua akan membahas dan mencatat lebih jauh untuk memecahkan masalah pemasaran yang menjadi kendala bagi masyarakat di kampung, dengan mendekatkan pasar kepada masyarakat. Meskipun begitu Wagub mengakui, kini seluruh masyarakat telah memulai berlomba-lomba untuk membangun dan memperbaiki kampungnya masing-masing. “Sekarang yang sudah dimulai baru sedikit dan ini akan berlanjut secara bertahap, setiap tahun uang akan turun ke kampung untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat,” ucapnya. Disisi lain Wagub mengakui, dana yang diberikan kepada masing-masing kampung sangat membantu masyarakat, menurutnya, kini banyak anak-anak sekolah sudah mengenakan seragam sekolah dan bukan lagi mengenakan Koteka, begitu juga uang dimanfaatkan dengan membuka peternakan masyarakat sendiri. Untuk itu, Wagub berpesan agar setiap orang Papua yang berada di kampung-kampung, harus bisa memulai hidup yang berlimpah di kampungnya sendiri dan berlimpah juga uang di kampung. “Kini yang lebih ditekan ialah, bagaimana harus ada perputaran uang di kampung bukan di kota,” ujarnya.(Islami)**
|