|
Biak (PAPOS)- Sedikitnya 300 rumah kepala keluarga masyarakat berbagai kampung sepanjang pinggiran pantai Utara di tiga distrik, diantaranya Yawosi, Warsa dan Distrik Bondifuar Kabupaten Biak Numfor, Papua, rusak akibat diterjang gelombang pasang setinggi 3 meter sejak Selasa sore pukul 15.00 WIT.
Dari lokasi kejadian wartawan di Biak, melaporkan, hingga Rabu siang pukul 15.00 WIT arus gelombang sepanjang pantai utara masih terjadi menyebabkan ratusan kepala keluarga di berbagai kampung mulai mengungsi untuk menghindari arus gelombang laut di sekitar tempat tinggal warga. Salah seorang warga Kampung Duar, Ny Wabiser, mengakui, dirinya bersama keluarga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kejadian gelombang pasang air laut yang mencapai ketinggian sampai lima meter. "Sebagian rumah penduduk di sepanjang pantai telah rusak terkena hantaman gelombang pasang yang terjadi secara tiba-tiba," kata Ny Wabiser kepada ANTARA di lokasi kejadian. Sementara itu, tokoh masyarakat Distrik Yawosi, Andreas Mambobo S.Pd mengakui, peristiwa gelombang air laut yang telah terjadi merusak sebagian rumah penduduk sepanjang pantai. "Pemerintah kabupaten maupun pihak terkait untuk memikirkan penanganan tempat tinggal bagi penduduk sepanjang garis pantai, ya dengan kejadian ini warga harus memilih tempat permukiman yang aman dan bebas dari ancaman gelombang pasang," katanya. Hantaman gelombang pasang di beberapa kampung Distrik Yawosi, lanjut Mambobo, terjadi Selasa, 9 Desember sekitar pukul 15.00 WIT dengan merusak permukiman warga dan jalan-jalan raya tergenang tumpukan pasir laut hingga setinggi lutut kaki. Secara terpisah, Kepala Distrik Yawosi, Andreas Marey S.Sos, mengakui, penanganan warga yang terkena hantaman gelombang dengan mengajak masyarakat untuk menghindar keluar rumah ke posko yang disiapkan. Menyinggung kerusakan rumah warga, menurut Marey, cukup banyak mencapai ratusan unit rumah dimana tingkat kerusakan yang sangat bervariasi dengan kategori ringan hingga berat. "Bahkan ada juga rumah penduduk di beberapa pinggiran pantai terseret arus gelombang air laut yang terjadi secara tiba-tiba," ujarnya. Hingga pukul 14.30 WIT, akses jalan menuju Distrik Yawosi dengan Distrik Warsa, masih mengalami hambatan di Kampung Wasari, dimana kondisi jalan utama sudah terkikis longsor akibat hantaman gelombang laut. Sementara itu, berbagai poros jalan utama sepanjang pantai Kampung Wasari, Karmom, Fanindi, Mansmor, Mos, hingga Samsundi tampak banyak pasir laut serta ranting kayu bertebaran hingga ke tengah jalan menyebabkan arus kendaraan mobil tak dapat dilalui.(ant)
|