|
Ditulis oleh Javaris/Ant/Papos
|
|
Jumat, 06 Februari 2009 07:00 |
|
JAYAPURA, (PAPOS) - Para korban kebakaran rumah yang terjadi di kawasan APO, jantung kota Jayapura, Papua pada Kamis (29/1) lalu yang menempati tenda-tenda darurat yang dibangun pemerintah daerah dalam kerja sama dengan TNI dan Polri mengeluhkan pelayanan petugas Posko kebakaran.
Para korban ini kecewa atas pelayanan di Posko bantuan kemanusiaan yang hanya berjumlah satu unit Posko serta jam pelayanan yang hanya sampai pukul 22.00 WIT. "Kadang kami kelaparan pada saat tengah malam sementara Posko sudah tutup," ujar Henry Muabuay salah seorang korban kebakaran di Jayapura, Rabu. Dia mengatakan sebenarnya terdapat beberapa posko yang dibangun paguyuban dan karang taruna namun yang mejadi persoalan adalah hanya satu Posko yang menyimpan bahan makanan. Apabila telah lewat jam pelayanan maka tidak ada bahan makanan yang bisa diolah lantaran sudah tidak ada lagi petugas yang melayani pengambilan bahan makanan di Posko ini. "Seharusnya Posko tersebut beroperasi selama 24 jam, sehingga apabila terdapat warga korban kebakaran rumah itu yang ingin mengambil bahan makanan ataupun minum pada lewat tengah malam, mereka bisa dilayani petugas," katanya. Henri pun menyarankan, sebaiknya ada petugas yang selama 24 jam selalu menjaga bahan makanan yang ada di gudang penyimpanan bahan makanan, agar dapat melayani warga korban kebakaran yang hendak mengambilnya. Apalagi, jumlah korban kebakaran yang setiap saat membutuhkan bahan makanan sebanyak 313 kepala keluarga (KK). Menurut dia, stok bahan makanan di gudang penyimpanan cukup memadai, tetapi warga korban kebakaran sendiri terkadang sulit untuk mendapatkannya. "Kami minta keseriusan pihak terkait untuk memperhatikan dan memberikan pelayanan yang baik kepada para korban," tegasnya. Data pemerintah setempat menjelaskan, terdapat 313 KK atau 983 jiwa yang menjadi korban kebakaran rumah di kawasan APO Jayapura itu. Jumlah pemilik rumah 109 KK, penyewa rumah 192 KK dan yang belum jelas kepemilikan rumah sebanyak 12 KK. (bela/ant)
|