|
Jayapura – Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) baru saja menggelar Musyawarah Daerah yang memilih ketua baru. Namun dalam lima tahun berjalan, DKTP dinilai belum bekerja secara maskimal bagi pengembangan seni dan budaya di tanah Papua.
Penilain itu disampaikan salah satu seniman Papua, Edo Kondologit kepada wartawan di Jayapura, Senin (28/4) kemarin. Menurutnya, selama lima tahun kinerja Dewan Kesenian Tanah Papua praktis pengembangan seni dan budaya tidak berjalan. Hal itu, katanya disebabkan tidak adanya program yang jelas bagi pengembangan seni budaya di Papua baik tingkat nasional apalagi internasional. “Saya sangat sedih untuk pengembangan seni budaya tidak berjalan. Tidak ada program dari pengurus untuk mengembangkan budaya pada tingkat nasional maupun internasional,” keluhnya. Padahal katanya, pemerintah provinsi memberikan perhatian berupa dana yang cukup besar bagi pengembangan budaya Papua. “Dengan dana yang ada mestinya dibuat program yang jelas bagi pengembangan seni dan budaya Papua, bukan sebaliknya,” ungkapnya. Dia berharap pengurus yang baru meninggalkan pola-pola lama dalam mengembangkan seni dan budaya bagi Papua dengan membuat program yang nyata. “Kalau ada orang muda yang menawarkan program pengembangan seni dan budaya sebaiknya difasilitasi dewan kesenian. Ini saatnya orang muda diberikan kesempatan untuk mengembankan kreativitasnya,” jelasnya. Soal tarik suara, Edo menyataktan tidak terlalu bermasalah sebab saat ini ada banyak wadah yang bisa dimanfaatkan semisal Indonesia Idol, AFI dan sebagainya untuk diikuti anak-anak Papua. “Kalau untuk pengembangan seni suara tidak terlalu masalah. Yang menjadi permasalahan adalah pengembangan seni budaya yang belum berjalan optimal,” tandasnya.**
|