|
TIMIKA [PAPOS]- Warga Kwamki Lama mengancam pemerintah kabupaten Mimika, jika daerah Kwamki Lama tidak dibangun segera, maka masyarakat akan berembuk untuk menjual kampung Kwamki Lama.
‘’Untuk kami dari masyarakat Kwakmi Lama meminta kepada pemkab Mimika agar segera melakukan upaya pengembangan terhadap kampung Kwamki Lama, karena jika tidak maka masyarakat akan berembuk untuk menjual kampung Kwamki Lama,’’ tegas sejumlah generasi muda asal kampung Kwamki Lama, kepada Papua Pos di Timika, Senin (25/1) terkait dengan semakin kondusifnya situasi keamanan di kampung kebanggaan mereka.
Sebagai generasi muda, mereka tidak mau dijadikan sebagai obyek kepentingan-kepentingan orang-orang tertentu yang mengorbankan masyarakat kecil. “Jadi kami minta pemerintah daerah sebaiknya cepat merealisasikan rencana pengembangannya di kampung Kwamki Lama, sebab jika tidak maka rencana kami untuk berembuk dan menjual saja kampung Kwamki Lama ini akan kami lakukan. Kita cukup serius, sebab kita sudah jenuh dengan ulah pihak-pihak tertentu yang tidak pernah puas menjadikan kampung Kwamki sebagai obyek kepentingan tertentu. Itu sangat merugikan rakyat saja. Kita sungguh-sungguh dan jika mengabaikan keluhan ini kami harap pemerintah jangan kaget kalau kami sepakat menjual kampung Kwamki Lama ini,” ujar salah satu generasi mudanya, Yoel Yolemal yang didampingi juga Bilum Kiwak dan Temali Yolemal.
Menurut Yoel, saat ini warga di Kwamki Lama sudah menunjukan etiket baik dengan melakukan proses perdamaian dan kondisi juga berangsur-angsur mulai kondusif. Situasi ini hendaknya tidak diabaikan pemeirntah dan aparat Kepolisian Mimika, mengingat ada banyak hal yang harus dikerjakan bagi warga dan kampung Kwamki Lama itu sendiri. “Pemerintah harus buat program rutin bagi masyarakat melalui semua instansi terkait, agar generasi muda di Kwamki Lama itu bisa rasa ada kegiatan, bukan dibiarkan terus sampai ada masalah dulu baru mau mulai turun tangan. Itu tidak benar, masa pemerintah daerah tidak malu, kami rakyat yang harus mengatakan hal ini. Ini kan tugasnya pemerintah,’’ tukas Yolemal yang juga sebagai salah satu karyawan di PT Freeport Indonesia.
Sebaliknya dengan aparat Keamanan di Kwamki Lama juga, Kapolres atau Kapolda hendaknya tidak hanya menempatkan Pos Polisi hanya terdiri dari dua tiga personil saja. Masa kampung besar itu hanya ditangani oleh satu-dua Polisi yang dari dulu terus begitu-begitu saja, tidak pernah ada pengembangan kepada mereka. ‘’Apa ini supaya Polisi juga tidak malu hanya dianggap masyarakat, hanya bisa menangani masalah dengan menjadi penonton saja, sebaiknya mulai saat ini polisi harus berpikir realistis. Tambah personil di Kwamki Lama, berikan pengembangan kepada perwira yang ditempatkan agar ada banyak kegiatan bisa dilakukan bersama masyarakat,” tandasnya.
Hal senada pula dikatakan Kiwak. Ia mengaku prihatin dengan perkembangan generasi ke generasi Kwamki Lama yang jauh sekali dari kampung-kampung lainnya di sekitar Timika kota. Padahal kampung Kwamki Lama ini juga tergolong kampung yang ada dalam kota Timika, tapi selalu saja pemerintah bilang itu akibat ulah masyarakat yang buat kondisi tidak aman sehingga pembangunan tidak bisa dilakukan. “Padahal masyarakat itu mau sekali dikembangkan, tetapi kapan usaha itu dilakukan dan kapan juga masyarakat ini dibina untuk berkembang,” katanya.
Karenanya, baik Yoel Yolemal, Bilum Kiwak, Temali Yolemal mengaku sudah mengkoordinir kalangan generasi muda kampung Kwamki Lama yang diketahui persis menghendaki agar perkembangan dialami masyarakat Kwamki Lama. Jika tidak segera ada reaksi pemerintah, pihak Kepolisian maupun pihak terkait lainnya seperti PT Freeport maka kesepakatan untuk menjual saja kampung Kwamki Lama ini akan dilakukan. “Biar saja, kita mau yang baik tetapi kalau pemerintah tidak mau yah sudah kita jual saja kampung itu. Soal siapa yang akan membeli itu gampang saja,” kata Yoel yang diamini Kiwak dan Temali Yolemal. [cr-52]
|