|
Timika [PAPOS] - DPRD Mimika mendukung kegiatan polisi merazia senjata tajam dari warga Timika guna menjamin stabilnya situasi kamtibmas di wilayah itu.
"Kami sangat mendukung apa yang dilakukan jajaran Polres Mimika dan unsur aparat keamanan lainnya dalam mengambil langkah-langkah dan tindakan tegas untuk mencegah konflik yang lebih besar di Timika," kata Wilhelmus Pigai, anggota Komisi B DPRD Mimika di Timika, Rabu.
Pigai meminta seluruh elemen warga Mimika bersama-sama menjaga keamanan daerah agar masyarakat setempat bisa beraktivitas dengan baik tanpa merasa terganggu kenyamannya.
"Kami juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan yang sifatnya destruktif. Hindari main hakim sendiri, kalau ada masalah serahkan kepada pihak yang berwajib," kata wakil rakyat dari Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) itu.
Menurut Pigai, kasus bentrokan antarwarga beberapa kelompok masyarakat di Timika pada Senin (24/5) hingga Selasa (25/5), sangat meresahkan warga Kota Timika.
Ia mengatakan, kejadian itu telah mengakibatkan sejumlah tempat usaha seperti pertokoan, rumah makan bahkan kantor-kantor tutup dan anak sekolah tidak berani masuk sekolah.
Pigai meminta Kantor Kesejahteraan Bangsa (Kesbang) Pemkab Mimika lebih berperan dalam melakukan pembinaan paguyuban dan kerukunan keluarga di wilayah itu, sehingga mereka dapat menghindari konflik fisik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan antarwarga.
"Kita semua malu karena Timika selalu diwarnai dengan konflik. Semua pihak di Timika harus bersama-sama berupaya dan berjuang menghilangkan citra negatif itu," kata Pigai.
Gelar Pertemuan
Selasa (25/5) malam digelar pertemuan sejumlah tokoh masyarakat dari pihak-pihak yang bertikai, bertempat di Polsek Mimika Baru, Timika, dipimpin Kapolres Mimika AKBP Mochammad Sagi.
Sagi mengimbau pihak-pihak yang bertikai tidak membawa senjata tajam ke luar rumah, karena dapat mengganggu ketenangan orang lain.
Pernyataan Mochammad Sagi mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat yang hadir. Direktur Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Nerius Katagame, meminta pihak-pihak yang bertikai menyerahkan penyelesaian kasus-kasus antarwarga kepada polisi, bukan bertindak main hakim sendiri.
Tokoh masyarakat Suku Kei, Jack Renwarin mendukung razia senjata tajam untuk menghindari keresahan warga Timika. Renwarin juga mengusulkan dibangun pos-pos polisi di beberapa titik yang dianggap rawan konflik di Kota Timika.
Sedangkan kepala Suku Mee Paniai Piet Nawipa menduga ada provokator di balik kasus bentrokan antarkelompok warga di Timika pada Senin (24/5) dan Selasa (25/5) lalu.
Nawipa meminta tokoh masyarakat Suku Kei, Dani dan Mee Paniai membuat pernyataan sikap untuk menjamin tidak ada lagi perselisihan di antara mereka.
Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Refrizal yang hadir dalam pertemuan itu mengajak seluruh warga Timika ikut menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Sepanjang hari Rabu, situasi kamtibmas di Kota Timika sudah pulih dan pertokoan serte tempat-tempat usaha warga di sepanjang Jalan Budi Utomo yang sempat tutup, pada Selasa (25/5) sudah dibuka kembali.[ant/agi]
|